Baca juga : Ingin Masa Jabatan Ditambah, Kepala Desa Gelar Aksi Demo
Tiongkok pada saat itu telah mengalami dekade pertumbuhan ekonomi dan liberalisasi yang luar biasa, sehingga banyak warga Tiongkok terpapar dengan gagasan dan standar kehidupan dari luar negeri.
Selain itu, meskipun kemajuan ekonomi membawa kemakmuran baru bagi banyak warga Tiongkok, hal tersebut juga berdampak pada inflasi harga dan peluang korupsi oleh pejabat pemerintah.
Pada pertengahan tahun 1980-an, pemerintah pusat mendorong beberapa individu, terutama ilmuwan dan intelektual, untuk mengambil peran politik yang lebih aktif.
Baca juga : Kritik Kongres AS terhadap Investor Shou Zi Chew
Namun, demonstrasi yang dipimpin oleh mahasiswa pada akhir tahun 1986 dan awal tahun 1987 yang menuntut hak-hak individu dan kebebasan lebih banyak, memicu respons keras dari pihak garis keras dalam pemerintah dan Partai Komunis Tiongkok (PKT). Mereka menekan apa yang disebut sebagai “liberalisme borjuis.”













