Fokus utama penanganan saat ini adalah percepatan pembangunan jembatan darurat di KM 74+800 di lokasi Jembatan Malalak yang terputus total akibat terjangan banjir bandang Sungai Batang Aia Malalak.
Menteri PU, Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemulihan konektivitas pascabencana adalah prioritas utama pemerintah. Hal ini mengingat konektivitas jalan di wilayah Sumatera Barat memiliki peran strategis sebagai penghubung mobilitas antardaerah.
“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Menteri Dody.
Guna mempercepat proses pemulihan, Kementerian PU bersama Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan pemerintah daerah setempat telah menjalin kerja sama dan mobilisasi sejumlah alat berat ke lokasi terdampak. Tercatat sebanyak 8 unit excavator, 1 unit loader, dan 12 unit dump truck telah beroperasi di lapangan. Selain itu, akan ada 7 unit alat berat tambahan yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memperkuat penanganan darurat.













