Pengawas Wilayah Padang Pariaman Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V, Faried Hasyim, menjelaskan bahwa bencana longsor yang terjadi pada 28 November 2025, telah menutup badan jalan dan saluran irigasi utama. Akibatnya suplai air ke sawah otomatis terhenti total. Merespons kondisi tersebut, Kementerian PU melalui BWS Sumatera V langsung bergerak.
“Sejak hari pertama menerima laporan, kami langsung menerjunkan empat unit excavator dan delapan dump truck untuk melakukan pengerukan dan pembersihan material longsor,” jelas Faried.
Faried mengakui proses penanganan di lapangan menghadapi tantangan berat akibat faktor cuaca. Hujan yang turun terus-menerus sempat memicu longsor susulan, namun hal tersebut tidak menyurutkan upaya pemulihan. Petugas tetap disiagakan di lapangan untuk memastikan saluran dapat segera berfungsi kembali.












