Kualitas air yang berubah cepat akibat cuaca ekstrem dan minimnya infrastruktur water treatment membuat banyak budidaya kolaps sebelum masa panen tiba. Tahun 2025 mencatat tingginya kegagalan tebar di berbagai wilayah.
Masuk ke 2026, tantangannya diprediksi semakin besar. Karena itu, kebutuhan terhadap teknologi non-kimia yang berkelanjutan menjadi semakin mendesak.
Dari “Bengkel Rekayasa Lokal” ke Tambak Intensif: Lahirnya Cakra Elektrolisis
Cakra Elektrolisis lahir dari pertanyaan sederhana yang diajukan tim RnD FisTx:
“Bisakah kita membuat air tambak yang bukan hanya bersih, tetapi aktif melindungi?”
Jawabannya adalah teknologi elektrokimia yang memanfaatkan arus listrik—bukan bahan kimia—untuk mengubah ion klorida di dalam air menjadi asam hipoklorit (HOCl) aktif. Ini bukan hal baru di dunia sains, tetapi penerapannya sebagai sterilisasi air in-situ untuk tambak udang adalah loncatan penting.













