“Pariwisata medis tidak lagi semata-mata tentang merawat pasien yang bepergian lintas negara. Lebih dari itu, ini adalah tentang membangun ekosistem regional di mana rumah sakit saling berkolaborasi, pengetahuan dapat mengalir secara terbuka, dan pasien memiliki akses terhadap layanan kesehatan terbaik, di mana pun mereka berada,” ujar Mr Wee.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penandatanganan MoU sebagai bentuk komitmen resmi kedua institusi. Ruang lingkup kerja sama meliputi pengembangan layanan klinis unggulan, second opinion dan rujukan internasional, pendidikan dan pelatihan tenaga kesehatan, transfer pengetahuan dan clinical governance, peningkatan mutu dan keselamatan pasien, serta kerja sama penelitian dan inovasi layanan kesehatan.













