Kerja sama ini merupakan hasil kesepakatan antara Bank Indonesia dan People Bank of China (PBC). Bank di kedua negara bertindak sebagai Appointed Cross Currency Dealer (ACCD) yang memfasilitasi transaksi Rupiah dan Yuan.
Baca juga : Bagaimana Menjaga Kesehatan Mata Bagi Pengguna Gadget
Tidak hanya Indonesia dan negara-negara ASEAN, sejumlah negara lain juga telah mengadopsi penggunaan mata uang lokal dalam transaksi.
Sebagai contoh, China dan Brasil telah lama meninggalkan dolar AS dan beralih ke penggunaan Yuan dan Real dalam sebuah transaksi senilai USD 171,49 miliar.
BRICS, yaitu aliansi negara yang terdiri dari Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, juga kabarnya akan meninggalkan penggunaan dolar AS dalam setiap transaksinya.
Mereka bahkan akan menciptakan alat pembayaran baru yang akan diamankan dengan emas dan komoditas lain. Rencana pembahasan mata uang ini diprakarsai oleh Rusia dan disampaikan oleh anggota parlemen Rusia Alexander Babakov saat berkunjung ke India beberapa waktu lalu.