<strong>JENGGALA.ID</strong> - Koordinator Masyarakat Antikorupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman telah memberikan tanggapannya terkait foto pertemuan antara Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri, dengan mantan Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo (SYL). Boyamin mengaku terkejut dan sedih atas kejadian ini. "Saya kehabisan kata-kata, bahkan istilah bahasa Inggris 'speechless,' karena saya sangat terkejut dan merasa sedih," ungkap Boyamin kepada wartawan pada Minggu (8/10). Boyamin mengatakan bahwa dia tidak pernah menduga Firli akan melakukan pertemuan dengan seseorang yang sedang menjadi perhatian KPK. Dia berharap bahwa laporan yang diajukan terhadap Firli terkait dugaan penggunaan helikopter dalam perjalanan pribadi dari Palembang ke Baturaja bisa menjadi pelajaran penting.<!--nextpage--> Boyamin juga menyoroti Pasal 36 UU KPK yang melarang pimpinan KPK untuk memiliki hubungan langsung atau tidak langsung dengan pihak yang sedang berperkara. Dia menekankan bahwa pelanggaran ini adalah pelanggaran pidana, bukan hanya pelanggaran etik. Mengenai tanggapannya terhadap Dewan Pengawas (Dewas) KPK, Boyamin berpendapat bahwa Dewas harus segera menangani dugaan pelanggaran etik yang dilakukan oleh Firli. Menurutnya, Dewas tidak perlu menunggu laporan dari masyarakat karena foto pertemuan Firli dengan Syahrul sudah tersebar di publik. Boyamin juga berharap agar Dewas KPK berkoordinasi dengan Polda Metro Jaya, yang sedang menyelidiki dugaan pemerasan oleh pimpinan KPK terhadap Syahrul. "Saya mengimbau Pak Firli untuk mengundurkan diri saja, karena apapun hasil dari proses ini, jika benar adanya, yang malu bukan hanya insan KPK, tapi juga seluruh rakyat Indonesia," tambahnya.<!--nextpage--> Lebih lanjut, Boyamin meminta agar KPK segera menuntaskan penyelidikan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian yang melibatkan Syahrul. Ia juga berharap agar Polda Metro Jaya segera mengusut dugaan pemerasan yang dilakukan oleh pimpinan KPK terhadap Syahrul. Foto pertemuan ini menunjukkan Firli dan SYL sedang berbincang sambil menikmati jagung rebus dan teh. Pertemuan ini diduga terjadi saat Firli bermain bulutangkis di Mangga Besar, Jakarta Pusat pada Desember 2022. Foto ini kemudian membuat Firli dilaporkan ke Dewas KPK atas dugaan pelanggaran kode etik dan pedoman perilaku oleh seorang pelapor yang mengatasnamakan Komite Mahasiswa Peduli Hukum. Meskipun demikian, Firli membantah bahwa pertemuan itu terjadi di lapangan bulu tangkis, hanya mengakui bahwa dia suka bermain bulu tangkis untuk menjaga kesehatan dan kebugaran.<!--nextpage-->