JENGGALA.ID – Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) menekankan kepada para kader posyandu untuk mampu menggunakan alat antropometri (cabang ilmu yang mempelajari tentang dimensi tubuh manusia) dengan benar sebagai upaya penting untuk menurunkan prevalensi angka stunting di Indonesia.
“Seluruh kader harus dipastikan bisa memakai alat antropometri. Kita ingin memastikan perkembangan balita dan alat tersebut dilakukan secara benar,” kata Asisten Deputi Ketahanan Gizi dan Promosi Kesehatan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jesli Natalla Marampa di Kecamatan Lengkong Bandung Jawa Barat, Selasa (24/10/2023).
Jesli memastikan alat terbaru antropometri kit (alat ukur yang berfungsi untuk pengukuran berat badan, panjang, tinggi badan, lingkar lengan atas dan kepala) telah digunakan di seluruh posyandu khususnya di Kota Bandung.
“Kita ingin pastikan bagaimana pelayanan posyandu oleh para kader, memastikan alat-alat yang sudah merupakan kebijakan presiden untuk diberikan yakni antropometri,” katanya.
Pada kesempatan hari ini, dirinya bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Bandung mengunjungi keluarga berisiko stunting di Kota Bandung yang bertujuan untuk melihat intervensi penurunan stunting (gangguan pertumbuhan pada anak) di lapangan.













