JENGGALA.ID – Kepala Unit Museum Batik Indonesia sub Koordinator Museum Nasional Indonesia dan Museum Bank Indonesia, Archangela Yudi Aprianingrum mengatakan anak muda bisa berkontribusi dengan berbagai cara dalam usaha untuk ikut melestarikan batik di Indonesia sesuai minat dan kemampuan.
“Gimana generasi muda ini kalau mau membantu melestarikan batik tidak harus menjadi pembatik bisa mengambil peran mana terserah yang dia suka, misalkan dia kuliahnya bidang biologi mungkin mengembangkan tanaman pewarna agar produktivitasnya tinggi,” ucap Aprianingrum (Arum) saat konferensi pers Hari Batik Nasional di Jakarta, Senin (25/9/2023).
Ia mengatakan proses membatik yang panjang dari hulu hingga hilir mulai pra produksi, produksi sampai distribusi, bisa diisi oleh tenaga anak muda sesuai dengan kemampuannya meskipun tidak sebagai perajin batik.