“Seluruh Balai Teknis Kementerian PU terus bergerak cepat membantu masyarakat. Penanganan darurat pada tanggul, sungai, dan akses vital harus dipastikan berjalan tanpa menunggu. Kita akan terus memperkuat dukungan alat berat dan personel sampai kondisi kembali pulih,” ujar Menteri Dody.
Guna memastikan penanganan berjalan efektif, mobilisasi 21 alat berat dilakukan secara paralel di kabupaten-kabupaten terdampak parah, yaitu: Pidie Jaya, Aceh Utara, Aceh Barat, Aceh Tamiang, Aceh Tengah, Bireuen, dan Aceh Tenggara.
Puluhan alat berat yang terdiri dari excavator, excavator long arm, hingga wheel loader dioperasikan di lokasi-lokasi yang mengalami kerusakan. Fokus utama pekerjaan di lapangan mencakup pengalihan aliran sungai, pembersihan sedimen lumpur, perbaikan tanggul darurat, serta pembukaan akses logistik untuk mempermudah proses evakuasi.













