Menurut Dias, inisiatif yang dilakukan bersama teman-temannya terbangun saat melihat produksi sampah yang ada di sekolah melalui program “DOLLAR” yaitu bersih-bersih di kantin sekolah.
“Di sekolah memang ada sosialisasi program yang bernama DOLLAR dan rutin bersih-bersih di kantin sekolah, kami pilah dan pilih sampah untuk kemudian kami setorkan ke Bank Sampah, dan hari ini [Sabtu,13/5] kami berhasil mengumpulkan 57 kg sampah, Alhamdulillah memperoleh uang yang cukup besar dan kami simpan sebagai tambahan kas Komunitas untuk tambahan membeli alat-alat inovasi,” imbuhnya.

Ia berharap, melalui program DOLLAR ini bisa membantu pemerintah dan masyarakat dalam memperlakukan sampah, sehingga sampah yang diproduksi bisa berkurang yang akhirnya pembuangan sampah ke TPA pun berkurang.