Pada akhirnya, masa depan Afrika Timur akan sangat ditentukan oleh kecepatan adopsi ketertelusuran digital serta kesiapan kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem rantai pasok yang lebih transparan, inklusif, dan tangguh.
Beranda » Teknologi » Rp53 Triliun Ekspor Pertanian Afrika Timur Terancam, Hanya 15% Pelaku Usaha Siap Penuhi Aturan Ketertelusuran Uni Eropa
Pada akhirnya, masa depan Afrika Timur akan sangat ditentukan oleh kecepatan adopsi ketertelusuran digital serta kesiapan kolektif seluruh pemangku kepentingan dalam membangun sistem rantai pasok yang lebih transparan, inklusif, dan tangguh.
KOLTIVA merupakan perusahaan global terkemuka dalam bidang pertanian berkelanjutan dan penelusuran rantai pasokan, menawarkan solusi teknologi yang berpusat pada manusia dan dukungan solusi di lapangan dengan melakukan digitalisasi bisnis pertanian dan membantu produsen kecil beralih ke praktik berkelanjutan yang dapat ditelusuri. Sebagai penyedia teknologi global, KOLTIVA membangun rantai pasokan yang etis, transparan, dan berkelanjutan, mendukung perusahaan memperkuat ketahanan dan transparansi bisnis. KOLTIVA membantu bisnis dan pemasok mereka mematuhi peraturan yang berlaku dan tuntutan konsumen di seluruh dunia melalui solusi ketertelusuran. Beroperasi di lebih dari 94 negara dan didukung oleh jaringan kantor dukungan pelanggan di 21 negara, KOLTIVA mendukung lebih dari 19.000 perusahaan dalam membangun rantai pasokan yang transparan dan kuat serta memberdayakan lebih dari 2.000.000 produsen untuk meningkatkan kesejahteraan mereka.
Press release ini juga sudah tayang di VRITIMES
JL. Maleer V No. 330A/118 Kota Bandung, 40275
022.7351-7023 – 0811.2334.669
redaksi.jenggala@gmail.com