Para ahli sepakat bahwa langkah ke depan membutuhkan tiga pendekatan utama: meningkatkan pemahaman regulasi di seluruh rantai pasok, melakukan asesmen sumber untuk memverifikasi geolokasi dan risiko deforestasi, serta menerapkan teknologi digital yang sesuai dengan kondisi lapangan. Ketiga hal ini bukan lagi pilihan tambahan, melainkan prasyarat dasar untuk mempertahankan akses ke pasar premium.
Afrika Timur diproyeksikan menyumbang 19% pertumbuhan tambahan produksi pertanian global dalam dekade mendatang (OECD–FAO, 2025), menegaskan potensi jangka panjang kawasan ini. Namun, peluang tersebut hanya dapat terwujud jika eksportir, prosesor, koperasi, dan pemerintah bergerak cepat menutup kesenjangan kepatuhan yang masih terjadi. Dengan standar keberlanjutan global yang semakin ketat, kawasan ini berada pada titik krusial—antara memperkuat daya saing atau menghadapi risiko berkurangnya akses pasar.












