Memasuki 2026, kelas menengah Indonesia menghadapi tekanan ekonomi yang meningkat akibat kenaikan biaya hidup seperti pendidikan dan kesehatan. Tantangan utama bukan lagi konsumsi, melainkan menjaga stabilitas arus kas ketika pengeluaran besar datang bersamaan tanpa menguras dana darurat. Dalam konteks ini, DBS KTA diposisikan sebagai solusi cashflow bridge dengan limit hingga Rp300 juta, bunga transparan, dan tenor fleksibel untuk membantu menjaga likuiditas keluarga. Memilih pembiayaan dari bank resmi seperti DBS juga dinilai penting untuk keamanan data dan kepatuhan regulasi. Dengan perencanaan matang, pengukuran kemampuan finansial, dan pemilihan institusi yang kredibel, kelas menengah dapat tetap resilien menghadapi dinamika ekonomi ke depan.












