Jenggala.id – Situs IQAir melaporkan bahwa pada pagi ini, ibukota Indonesia, Jakarta, mengalami tingkat pencemaran udara paling parah di seluruh dunia. Indeks Kualitas Udara (IKU) Jakarta mencapai angka 170, menunjukkan tingkat pencemaran udara yang tidak sehat.
Pencemaran ini disebabkan oleh tingginya konsentrasi polutan utama, khususnya Partikulat Materi (PM2.5), yang mencapai 93,2 mikrogram per meter kubik.
Hal yang mencemaskan adalah bahwa konsentrasi PM2.5 di Jakarta saat ini sekitar 18.6 kali lipat dari nilai panduan kualitas udara tahunan yang ditetapkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Situs IQAir mencatat fakta ini dengan jelas dalam informasinya.
Baca juga : Kualitas Udara Jakarta Terburuk di Dunia
Partikulat Materi (PM2.5) adalah partikel-partikel kecil dalam udara dengan diameter kurang dari atau sama dengan 2.5 mikrometer.
Partikel-partikel ini memiliki potensi untuk mengganggu kesehatan manusia karena dapat masuk ke dalam saluran pernapasan dan bahkan masuk ke dalam aliran darah.
Kota terpolusi di dunia di bawah Jakarta pagi ini, yaitu Dubai, Uni Emirat Arab (AQI: 157); dan Johannesburg, Afrika Selatan (AQI:156); Hanoi, Vietnam (AQI: 151); dan Doha, Qatar (AQI: 140).
Baca juga : Luhut Binsar Pandjaitan Tak Terima Tuduhan Haris soal Lord













