Ruas jalan Sicincin–Bukittinggi melalui Kecamatan Malalak, Kabupaten Agam memiliki peran vital sebagai jalur alternatif penghubung antara Kabupaten Agam, Kota Bukittinggi, dan Kota Padang, selain melalui Jalan Nasional Padang-Bukittinggi via ruas Lembah Anai. Terputusnya jalur ini sangat memengaruhi mobilitas warga, distribusi hasil pertanian, dan kegiatan ekonomi lokal.
Jalur Malalak dikenal sebagai jalan tembus Bukittinggi yang dibuka sejak 2014 dan menjadi salah satu urat nadi konektivitas di Sumatera Barat. Langkah pemerintah pusat menangani perbaikan jalur ini direspons positif dari masyarakat setempat.
Zulfikar (45), warga Nagari Malalak Selatan, menyambut baik dimulainya penanganan jembatan putus tersebut dengan harapan agar akses segera pulih. “Sejak jalan dan jembatan putus, aktivitas kami sangat terganggu. Sekarang alat berat sudah masuk. Katanya jembatan darurat mulai dipersiapkan, tentu kami sangat terbantu dan berharap jalan ini bisa segera dibuka kembali,” ungkapnya.













