“Saat ini sedang dilakukan penanganan pascalongsor di KM 74+800 ruas Sicincin–Malalak. Lokasi ini merupakan jembatan yang terputus akibat banjir bandang dan ditargetkan dapat kembali fungsional dalam waktu sekitar maksimal dua minggu dengan pembangunan jembatan darurat Armco,” jelas Rio Andika, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 BPJN Sumatera Barat.
Selain jembatan putus, ruas Sicincin–Malalak juga mengalami kerusakan parah akibat longsor di sedikitnya 8 titik. Material longsor telah menutup badan jalan sepanjang kurang lebih 4 kilometer pada segmen KM 78 hingga KM 82. Kondisi ini menyebabkan akses dari arah Bukittinggi terputus hingga KM 85, sementara dari arah Malalak hanya dapat dilalui sampai KM 78.
Data sementara menunjukkan bencana banjir dan longsor telah berdampak pada 9 titik jalan provinsi dan 5 titik jalan kabupaten di Kabupaten Agam.













