“Kementerian PU terus berusaha agar akses ini kembali fungsional secepat mungkin. Jalan dan jembatan merupakan urat nadi pergerakan masyarakat dan distribusi logistik,” ujar Menteri Dody.
Guna mempercepat proses pemulihan, Kementerian PU bersama Hutama Karya Infrastruktur (HKI) dan pemerintah daerah setempat telah menjalin kerja sama dan mobilisasi sejumlah alat berat ke lokasi terdampak. Tercatat sebanyak 8 unit excavator, 1 unit loader, dan 12 unit dump truck telah beroperasi di lapangan. Selain itu, akan ada 7 unit alat berat tambahan yang saat ini sedang dalam perjalanan menuju lokasi untuk memperkuat penanganan darurat.
Terkait teknis penanganan jembatan putus, Kementerian PU akan membangun jembatan darurat tipe Armco (bailey). Material jembatan yang sedang dalam proses pengiriman langsung dari Palembang, Sumatera Selatan, dan dijadwalkan tiba di lokasi pada hari Senin (22/12/2025). Proses pemasangan jembatan darurat ini diperkirakan berlangsung selama dua minggu, dan dapat dilewati pada awal Januari 2026. Jembatan darurat diharapkan dapat segera mengembalikan akses dasar masyarakat sembari menunggu penanganan permanen.













