Pilar kedua adalah komando terpadu dan teknologi respon cepat. Menteri Dody menyoroti pentingnya satu komando dari pusat hingga lapangan.
“Kecepatan data berarti kecepatan aksi. Gunakan pemetaan risiko berbasis teknologi dan laporan real-time untuk setiap situasi darurat,” ujar Menteri Dody.
Menteri Dody menambahkan bahwa kolaborasi lintas lembaga menjadi kunci efektivitas di lapangan. Kolaborasi lintas lembaga dengan BNPB, BMKG, Kementerian Perhubungan, TNI-Polri, dan pemerintah daerah juga menjadi kunci efektivitas lapangan.
Pilar ketiga adalah pelayanan publik yang manusiawi dan berkelanjutan. Kementerian PU akan menyiapkan Posko Siaga Nataru di berbagai titik strategis dengan fasilitas lengkap, mulai dari toilet bersih, musala, tempat istirahat, hingga layanan kesehatan.













