“Kita bukan sekadar apel siaga. Hari ini kita meneguhkan jati diri sebagai penjaga urat nadi bangsa. Tugas kita adalah memastikan kehidupan tetap mengalir bahkan di tengah badai dan kepadatan layanan puncak,” kata Menteri Dody dalam sambutannya.
Dalam arahannya, Menteri Dody menekankan tiga pilar utama kesiapsiagaan nasional yang menjadi panduan kerja seluruh jajaran Kementerian PU.
Pilar pertama adalah infrastruktur dan keselamatan publik. Seluruh infrastruktur sumber daya air seperti bendungan, sungai, dan drainase, serta infrastruktur konektivitas seperti jembatan hingga jalan nasional diperintahkan untuk diperiksa menyeluruh.
“Cek volume waduk, pintu pelimpah, dan pastikan tidak ada sumbatan. Semua fasilitas jalan, bahu, dan rest area harus siap sebelum puncak Nataru. Jika diperlukan, Teknologi Modifikasi Cuaca (TMC) akan dikerahkan untuk mengantisipasi curah hujan ekstrem,” jelas Menteri Dody.













