Saat meninjau lokasi, Sekretaris Jenderal Kementerian PU, Wida Nurfaida, menyatakan bahwa perbaikan darurat ini merupakan langkah awal untuk memulihkan konektivitas kawasan. “Ke depan, diperlukan solusi jangka menengah dan panjang, seperti pembangunan duplikasi jembatan, untuk meningkatkan kapasitas dan ketahanan infrastruktur terhadap risiko bencana serupa,” ujar Sekjen Wida.
Lebih lanjut, Sekjen Wida meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I Aceh untuk segera melakukan normalisasi Sungai Meureudu. Langkah ini penting untuk mengurangi sedimentasi, mengendalikan banjir, dan melindungi infrastruktur jalan serta jembatan di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.
Adapun Progress Pemulihan Ruas Jalan Nasional di Aceh yaitu Ruas Meureudu – Batas Pidie Jaya/Bireuen: Telah fungsional penuh. Ruas Batas Kota Lhokseumawe/Aceh Utara – Kota Langsa sudah dapat dilalui setelah pembersihan sedimen. Ruas Kota Langsa – Kota Kuala Simpang sudah apat dilalui setelah pembersihan sedimen. Ruas Kota Kuala Simpang – Batas Provinsi Sumatera Utara telah berfungsional untuk semua kendaraan (akses sinyal terbatas). Ruas Kota Bireuen – Batas Bireuen/Aceh Utara telah terhubung via Jembatan Bailey di Awe Geutah (akses terbatas sejak 19 Desember 2025).













