Jenggala.id – Menyongsong Tahun Kuda Api 2026, Gereja Santo Antonius Padua Muntilan mengadakan Misa Imlek pada Minggu, 23 Februari 2026. Berbeda dari perayaan sebelumnya yang identik dengan kemeriahan, tahun ini suasana ibadat dirancang lebih hening dan penuh permenungan.
Ketua Panitia, Ardiyanto Pramono, menuturkan bahwa kesederhanaan tersebut dipilih sebagai bentuk solidaritas terhadap berbagai situasi yang memprihatinkan. Ia menekankan bahwa Imlek tidak selalu harus dimaknai sebagai pesta kemenangan, tetapi juga dapat menjadi waktu untuk meneguhkan nilai empati dan kebersamaan.
Menurut Ardi, yang juga dipercaya sebagai Ketua Bidang Kemasyarakatan, perayaan kali ini hendak mengajak umat memaknai Imlek sebagai awal langkah baru. Fokusnya bukan pada euforia, melainkan pada upaya bersama memperjuangkan nilai-nilai kemanusiaan di tengah tantangan zaman.
Sebagai bagian dari konsep tersebut, panitia meniadakan atraksi barongsai yang biasanya menjadi daya tarik utama. Sebagai gantinya, panggung perayaan diisi dengan penampilan dari siswa-siswi TK Pangudi Luhur dan SMP Kanisius Sumber.

Pelibatan generasi muda ini, menurut Ardi, merupakan simbol harapan. Ia percaya bahwa anak-anak dan remaja memiliki peran penting dalam membangun masa depan yang lebih baik, sekaligus meneruskan nilai-nilai luhur yang telah diwariskan.
Di akhir penyampaiannya, Ardi mengajak umat melihat Misa Imlek 2026 sebagai bagian dari proses panjang perjalanan iman. Refleksi tahun ini diharapkan menjadi bekal berharga dalam menyambut perayaan Imlek Tahun Kambing Api 2027 yang akan datang.






