Harga emas mencatat kenaikan tipis pada Selasa seiring meningkatnya ekspektasi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga pada Desember. Sentimen pasar bergeser setelah komentar bernada dovish dari dua pejabat penting The Fed, yaitu Gubernur Fed Christopher Waller dan Presiden Fed New York John Williams. Pernyataan keduanya mendorong probabilitas pemangkasan suku bunga mencapai sekitar 80%, memberikan dorongan positif bagi harga emas meski pergerakannya masih cenderung terbatas. Saat ini, emas bertahan dalam rentang ketat di antara $4.000 hingga $4.100 per ons, mencerminkan sikap menunggu pelaku pasar terhadap rangkaian data ekonomi Amerika Serikat yang akan dirilis dalam beberapa hari ke depan.
Waller menyampaikan bahwa pelemahan berkelanjutan di pasar tenaga kerja menjadi sinyal yang cukup kuat untuk mendukung pemangkasan suku bunga pada akhir tahun. Meski demikian, ia menekankan bahwa keputusan akhir tetap bergantung pada data ekonomi terbaru, terutama yang sempat tertunda karena government shutdown. Pernyataan serupa datang dari John Williams, yang menilai bahwa inflasi terus bergerak ke arah target dan bank sentral siap menyesuaikan kebijakan jika diperlukan. Sikap dovish ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa The Fed kemungkinan besar memasuki fase pelonggaran moneter dalam beberapa bulan mendatang, sebuah kondisi yang secara historis menjadi pendorong kenaikan harga emas karena melemahnya dolar dan turunnya imbal hasil obligasi.













