Selain itu pada masa Angkutan Nataru 2025/2026, Daop 2 Bandung juga akan mengalami peningkatan frekuensi perjalanan. Sebanyak 4 kereta api jarak jauh PP ditambahkan pada periode 18 Desember 2025 hingga 4 Januari 2026, sehingga intensitas kereta yang melintas di jalur-jalur Daop 2, termasuk perlintasan sebidang, akan semakin tinggi. Dengan penambahan frekuensi ini, risiko potensi kecelakaan akibat kelalaian pengguna jalan juga turut meningkat apabila tidak disertai kedisiplinan.
Berdasarkan data Daop 2 Bandung, selama Januari hingga November 2025 telah terjadi:
– 15 kejadian kendaraan menemper KA di perlintasan sebidang,
– 48 kejadian orang menemper KA di sepanjang jalur rel.
Sedangkan pada tahun 2024, tercatat:
– 16 kejadian kendaraan menemper KA,













