Kalau kamu seorang kreator konten, social media manager, atau pemilik bisnis yang aktif memasarkan produk lewat media sosial, mungkin kamu pernah merasakan jenuh luar biasa.
Rasa lelah ini bukan sekadar karena kehabisan ide, tapi juga karena tekanan untuk terus memproduksi konten tanpa henti.
Kondisi inilah yang disebut content burnout.
Burnout bisa membuat semangat menurun, ide kreatif terasa macet, dan produktivitas ikut anjlok.
Dampaknya bukan hanya ke diri sendiri, tapi juga ke performa brand atau bisnis yang sedang kamu bangun.
Kalau tidak segera diidentifikasi, siklus ini bisa terus berulang dan strategi pemasaranmu jadi kehilangan dampak maksimalnya.












