Inilah yang disebut Social Proof (Bukti Sosial). Di media sosial, antrean panjang itu berbentuk angka Followers, Likes, dan Views.
Manusia memiliki kecenderungan psikologis Bandwagon Effect (ikut-ikutan). Akun yang terlihat ramai akan lebih mudah memancing orang baru untuk ikut mem-follow. Sebaliknya, akun yang sepi—sebagus apapun produknya—seringkali dilewatkan karena dianggap “kurang kredibel”.
Mengenal “Tools Akselerasi” di Balik Layar
Lantas, bagaimana cara membuat “keramaian” di awal jika kita baru mulai dari nol?
Di sinilah peran teknologi yang di kalangan agensi digital dikenal dengan istilah Jasa Sosmed. Bagi orang awam, ini terdengar teknis. Namun sederhananya, ini adalah sebuah dashboard atau alat bantu pemasaran untuk mendatangkan interaksi media sosial secara instan.













