Menurut analisis terbaru, harga Bitcoin (BTC) saat ini berada dalam kondisi yang cukup rentan. BTC berisiko besar jatuh ke bawah level psikologis US$ 80.000 apabila gagal merebut kembali area resistance krusial di sekitar US$ 90.300. Tekanan yang terjadi kali ini bukan lagi semata-mata berasal dari likuidasi posisi leverage, melainkan dari tekanan jual riil yang datang dari pasar spot. Ini menandakan bahwa sebagian investor mulai melakukan aksi ambil untung secara nyata, bukan sekadar efek volatilitas jangka pendek.
Data on-chain menunjukkan bahwa sekitar 15.924 BTC—dengan nilai mendekati US$ 1,43 miliar—mengalir masuk ke berbagai exchange dalam kurun waktu lima hari terakhir. Arus masuk dalam jumlah besar ke bursa sering kali menjadi sinyal bahwa pelaku pasar bersiap untuk menjual asetnya. Fenomena ini mencerminkan meningkatnya kehati-hatian investor setelah reli panjang yang sebelumnya membawa Bitcoin ke area harga yang lebih tinggi. Tekanan jual dari sisi spot ini juga memperkuat pandangan bahwa pasar tengah memasuki fase konsolidasi, bahkan berpotensi berlanjut pada koreksi lebih dalam.












