Jenggala.id – Bergabungnya SBY dan Demokrat ke Koalisi Prabowo yang menjadikan Koalisi Prabowo semakin gemuk, tak hanya semakin menguatkan upaya pengeroyokan terhadap Kubu Ganjar juga memberikan tanda-tanda sikap putus asa Prabowo yang mulai dijauhi Jokowi sehingga perlu merebahkan diri pada SBY.
Prabowo telah mengubah “kiblat politiknya” dari Jokowi ke SBY.
L’Histoire se Répète, sejarah mengulang dirinya sendiri, adagium Prancis yang sering kita dengar. Bergabungnya SBY dan Demokrat ke dalam Koalisi Prabowo merupakan pengulangan terhadap sejarah Pilpres 2014. Di mana Prabowo bersama Hatta Radjasa–besan SBY–juga didukung oleh koalisi super gemuk yang terkesan “mengeroyok” pasangan Jokowi-JK waktu itu.
Baca juga : Airlangga Hartarto Jumpa SBY dan AHY Bahas Politik
Merapatnya Prabowo ke SBY bisa juga dibaca sebagai sikap putus asa Prabowo yang selama ini ingin mengeksploitasi kedekatan dengan Jokowi, sampai ingin merebut Gibran dari PDI Perjuangan, tapi usaha itu gagal total.
Masyarakat juga sudah mulai jenuh dan jengah dengan cara-cara Prabowo itu, memasang foto bersama Jokowi dan Gibran tanpa izin yang sudah ditegaskan oleh Gibran, sehingga survei Prabowo konsisten turun.
Dengan merapat ke SBY, Prabowo telah mengubah “kiblat politiknya” ke SBY tidak lagi ke Jokowi.
Baca juga : Diprediksi Pemilu 2024 Bakal “Chaos”, Megawati Pertanyakan Maunya Apa
Saya juga yakin selama ini pun Prabowo tidak pernah 100 persen bersama Jokowi, hal itu terbukti program-program Jokowi tidak digarap secara serius oleh Prabowo, misalnya kegagalan food estate di bawah Kementrian Pertahanan, impor perlengkapan militer Indonesia, pembelian alutsista bekas dan lain-lain.
Prabowo pura-pura merapat ke Jokowi karena popularitas dan kepuasaan publik terhadap Jokowi sangat tinggi, dan jatah pengelolaan anggaran Kementrian Pertananan yang sangat besar.
Publik juga tahu “kecemburuan” SBY pada Jokowi, karena sama-sama menjadi presiden 2 periode. Kubu SBY iri pada keberhasilan Jokowi, sehingga selalu nyinyir dan bersikap oposisi tanpa alasan yang jelas.
Baca juga : Banding Ditolak, Ferdy Sambo Tetap Dihukum Mati
Untuk menghadapi serangan SBY, Jokowi bereaksi secara tak langsung tapi memberikan kode-kode yang tegas. Saat SBY “berulah”, Jokowi datang ke Hambalang untuk mengembalikan ingatan publik terkait korupsi wisma atlet Hambalang yang melibatkan kader-kader Demokrat dan membuat Demokrat terpuruk dan dihukum rakyat pada 2014 setelah berjaya di 2009.
Berubahnya kibat politik Prabowo dari Jokowi ke SBY merupakan dampak dari kepanikan Prabowo setelah ditinggal secara mendadak oleh Cak Imin dan PKB, sehingga dalam survei terbaru, suara Prabowo terus melorot, khususnya di Jawa Timur.
Sejarah telah mengulang dirinya. 2014 Prabowo bersama SBY dan besannya Hatta Radjasa serta koalisi gemuknya mengeroyok Jokowi, PDI Perjuangan dan Ibu Megawati, tapi kemenangan justeru di pihak Jokowi dan PDI Perjuangan.
Mohamad Guntur Romli
Ketua Umum Ganjarian Spartan






