Ia menambahkan bahwa gambir memiliki kandungan antioksidan yang sangat tinggi, bahkan melebihi green tea yang selama ini dikenal luas sebagai produk kesehatan. Kandungan tersebut membuka peluang pengembangan berbagai produk turunan bernilai tambah.
“Gambir bisa menjadi berbagai bahan pangan seperti teh dan juga bahan baku kosmetik, sabun, sampo, hingga kebutuhan industri. Tanin nya bahkan digunakan sebagai bahan tinta pemilu. Ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan gambir,” ujarnya.
Menurut Jatmiko, sebagian besar gambir Indonesia hingga kini masih diekspor dalam bentuk bahan mentah. Kondisi tersebut menyebabkan nilai tambah lebih banyak dinikmati oleh negara pengolah. Karena itu, hilirisasi dinilai menjadi langkah krusial agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung oleh petani dan masyarakat di dalam negeri.













