JENGGALA.ID – Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi telah berkomitmen untuk membersihkan Kementerian Pertanian dari pejabat yang terlibat dalam perilaku yang tidak etis. Ia telah memimpin rapat pimpinan (rapim) pertamanya setelah ditunjuk sebagai pengganti Syahrul Yasin Limpo pada Kamis (5/10) lalu. Dalam rapim tersebut, Arief mengumumkan bahwa tidak akan ada toleransi terhadap pelanggaran integritas, dan tindakan tegas akan diambil terhadap siapa pun yang melanggar mulai tanggal 6 Oktober.
Arief juga mengumumkan rencananya untuk membuat pakta integritas baru yang akan ditandatangani oleh pejabat di lingkup Kementerian Pertanian pada Rabu (11/10) atau Kamis (12/10) mendatang. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengembalikan reputasi Kementerian Pertanian yang mungkin telah tercemar.
Selain itu, dalam rapim tersebut, Arief juga membahas upaya percepatan yang akan dilakukan di internal Kementan dengan target penyelesaian dalam waktu tiga bulan ke depan. Ia telah mendengarkan langkah-langkah yang diusulkan oleh direktorat jenderal di Kementerian Pertanian, kecuali dua badan lainnya, karena ia harus menghadap ke Istana Kepresidenan.
Arief juga menyebut bahwa akan ada pengangkatan plt sekretaris jenderal, dengan bantuan dari Wamen (Harvick), dan menekankan bahwa mereka akan mengawasi proyek “quick win” di Kementan dengan ketat, memantau lokasi, orang yang bertanggung jawab, serta target penyelesaian.





