Untuk tahun 2026, Netflix memproyeksikan pendapatan di kisaran US$50,7–US$51,7 miliar dengan target margin operasi mencapai 31,5%. Proyeksi ini didorong oleh pertumbuhan jumlah pelanggan global, penyesuaian harga layanan, serta lonjakan pendapatan iklan yang diperkirakan hampir dua kali lipat. Meski prospek fundamental terlihat solid, valuasi saham yang relatif tinggi serta waktu realisasi ekspansi margin yang cenderung lebih mundur menjadi faktor penahan optimisme pasar.
Bagi investor, dinamika saham Netflix ini menunjukkan pentingnya memantau tidak hanya kinerja keuangan, tetapi juga sentimen pasar dan faktor strategis perusahaan. Pergerakan saham Amerika Serikat, aset kripto, hingga emas digital saat ini dapat dipantau secara real-time melalui aplikasi Nanovest. Platform ini memudahkan investor Indonesia untuk mengikuti perkembangan pasar global secara praktis dalam satu aplikasi.













