JENGGALA.ID – Panglima TNI, Laksamana Yudo Margono, mengumumkan bahwa peringatan HUT ke-78 TNI pada bulan Oktober mendatang akan difokuskan di Kawasan Monumen Nasional (Monas) di Jakarta Pusat. Yudo mengungkapkan rencana ini di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, pada Rabu (20/9), sambil menyatakan niatnya untuk melaporkan hal ini kepada Presiden.
Selama perayaan HUT TNI tersebut, beberapa alat utama sistem senjata (alutsista) milik TNI akan dipamerkan di Monas. Yudo juga menjelaskan bahwa peringatan HUT TNI akan diselenggarakan serentak di seluruh wilayah, walaupun kegiatan utama akan berpusat di Monas. Hal ini karena lokasi di Istana dianggap kurang memadai untuk menampilkan alutsista.
Salah satu acara utama dalam peringatan HUT ke-78 TNI adalah gelaran Seminar Nasional dengan tema “Mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia, Tinjauan Strategi Pertahanan Nusantara.” Dalam seminar ini, TNI akan membahas tentang penyusunan Strategi Pertahanan Nusantara (SPN).
SPN adalah strategi militer yang memanfaatkan geografi Indonesia sebagai negara kepulauan. Tujuannya adalah untuk menjadi pertahanan yang kuat dan seimbang dalam melindungi seluruh wilayah negara dari berbagai ancaman.
Yudo menjelaskan bahwa SPN menggabungkan tiga strategi militer dari masing-masing angkatan, yaitu Strategi Pertahanan Pulau Besar oleh Angkatan Darat, Strategi Pertahanan Laut Nusantara oleh TNI AL, dan Strategi Udara Kepulauan Nusantara oleh TNI AU. Semua ini membentuk satu kesatuan strategi militer yang komprehensif dalam menjaga kedaulatan, integritas, dan keutuhan negara.













