Jenggala.id – David Vigneault, mantan kepala badan intelijen Kanada, yang mengundurkan diri setelah tujuh tahun menjabat pada Juli lalu, kini bergabung dengan perusahaan keamanan AS, Strider Technologies, sebagai direktur pengelola unit intelijen globalnya, demikian diumumkan perusahaan tersebut pada Rabu.
Vigneault sebelumnya menghadapi tekanan terkait penanganan badan intelijen terhadap campur tangan asing di Kanada dan memutuskan untuk pensiun dari layanan publik saat meninggalkan posisinya sebagai direktur Badan Intelijen Keamanan Kanada (CSIS).
“Meski masa jabatan saya di pemerintahan telah berakhir, ancaman tetap ada, dan masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Oleh karena itu, saya menantikan untuk melanjutkan perjuangan ini dengan cara yang berbeda,” kata Vigneault dalam sebuah pernyataan.
Baca juga : Mengenal CIA yang Rahasia dan Efektif
Di Strider, perusahaan yang berbasis di Salt Lake City, Utah, yang menjual perangkat lunak dan layanan untuk melindungi perusahaan dari ancaman yang disponsori negara, Vigneault akan bekerja untuk melibatkan organisasi sektor swasta dan publik serta memajukan penelitian dan pengembangan, menurut perusahaan tersebut.
Selama masa jabatannya sebagai kepala CSIS, Vigneault memimpin upaya untuk melacak dan menggagalkan apa yang diduga Ottawa sebagai upaya dari China dan negara-negara lain untuk campur tangan dalam urusan Kanada. Beijing dengan tegas membantah semua tuduhan tersebut.













