Hal lain yang juga menjadi penyebab ketidakpastian adalah perubahan iklim yang juga berdampak pada produksi pangan. Jokowi mengungkapkan dahulu dampak perubahan iklim kerap diremehkan.
Namun, kini dampak perubahan iklim telah menimbulkan kekeringan yang akhirnya membuat produksi panen berkurang.
Akibat perubahan iklim itu, Indonesia harus mengimpor pangan untuk menutupi kekurangan produksi. Namun, untuk mengajukan impor ke berbagai negara produsen kini tidak mudah karena seluruh dunia menghadapi ancaman krisis pangan.
“Kedua, perubahan iklim banyak yang dahulu ‘ah apa, ndak kelihatan barangnya’ sekarang sudah nyata kelihatan. Kekeringan di 7 provinsi dan beberapa negara menurunkan produksi beras kita. Kita mau tutup dari impor sekarang tak semudah dulu mencari beras impor,” kata dia.