Nurul juga mencatat bahwa golongan lemak dan minyak hewan/nabati mengalami peningkatan nilai ekspor terbesar pada Agustus 2023, naik sebesar US$151,53 juta (53,51 persen). Namun, golongan kopi, teh, dan rempah-rempah mengalami penurunan nilai ekspor terbesar sebesar US$12,17 juta (-30,86 persen).
Tiongkok tetap menjadi negara tujuan ekspor terbesar pada Agustus 2023, dengan nilai ekspor mencapai US$183,99 juta, diikuti oleh Amerika Serikat sebesar US$100,04 juta dan India sebesar US$85,44 juta, dengan ketiganya bersama-sama menyumbang 39,94 persen.
Pengamat ekonomi Sumatera Utara, Gunawan Benjamin, menekankan bahwa impor dan ekspor Sumut masih sangat bergantung pada Tiongkok. Meskipun saat ini Sumut masih mengalami surplus dalam perdagangan dengan Tiongkok, ada risiko yang harus diwaspadai. Terutama, perlambatan ekonomi Tiongkok yang dapat berdampak negatif pada kinerja ekspor Sumut. Risiko lainnya adalah penerapan UU Deforestasi Eropa yang dapat mempengaruhi ekspor Sumut ke depan.