JENGGALA.ID – Bakal calon presiden Ganjar Pranowo menolak untuk membahas lebih lanjut isu perpanjangan masa jabatan presiden selama tiga periode yang baru-baru ini mencuat kembali. Menurutnya, isu tersebut sudah selesai dan tidak perlu diperdebatkan lebih lanjut.
“Sudah-sudah selesai isunya. Tidak ada 3 periode. Sudah Tidak bisa,” kata Ganjar ketika diwawancarai wartawan di Kompleks GBK, Jakarta, pada Minggu (29/10).
Selama kesempatan itu, Ganjar juga enggan memberikan komentar tentang hubungan antara PDIP dan Presiden Jokowi yang kabarnya semakin merenggang belakangan ini. Ia juga tidak ingin membicarakan pernyataan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto, yang menyatakan bahwa ia merasa sedih karena memberikan banyak keistimewaan kepada Presiden Jokowi namun merasa ditinggalkan.
Isu perpanjangan masa jabatan presiden selama tiga periode pertama kali diungkap oleh politikus PDIP, Adian Napitupulu, dan kemudian dikonfirmasi oleh Hasto. Namun, keduanya tidak mau mengungkap siapa yang dimaksud dengan “Pak Lurah.”
Hasto bahkan bersedia bersumpah atas nama Tuhan dan rakyat tentang pengalaman PDIP yang diminta untuk mendukung wacana perpanjangan masa jabatan Presiden.
“Ini bisa diperiksa, saya bertanggung jawab secara politik, hukum, dan juga di hadapan Tuhan yang Maha Kuasa, serta di hadapan Rakyat Indonesia, bahwa itu memang ada,” kata Hasto di Hotel Borobudur, Jakarta, pada Jumat (27/10).
Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, dalam respons terhadap kabar PDIP yang mengungkap skenario masa jabatan tiga periode untuk Presiden Joko Widodo setelah anak Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, menjadi calon wakil presiden Prabowo Subianto, menegaskan bahwa isu tersebut adalah kesalahannya sendiri, bukan kesalahan orang lain.
“Ada di media bicara tentang tiga periode, katanya itu atas perintah seseorang. Saya mau sampaikan ya, yang ngomong tentang isu penundaan pemilu itu namanya Bahlil Lahadalia,” tegas Bahlil dalam pidatonya di Djakarta Teather, Jakarta, pada Sabtu (28/10).






