Turnamen esports internasional perdana CrossFire: Legends Championship (CFLC) resmi berakhir pada 8 Februari di Manila, Filipina, menandai tonggak penting dalam perkembangan skena kompetitif mobile first-person shooter (FPS) di Asia Tenggara.
Tim Vietnam Evolution Team (EVO) keluar sebagai juara, sementara tim Filipina KDM menempati posisi kedua. Turnamen ini memperebutkan total hadiah sebesar USD 70.000 atau setara Rp1,1 miliar, menghadirkan persaingan sengit antar tim dari lima negara di kawasan.
Kompetisi ini juga diikuti oleh perwakilan dari berbagai negara Asia Tenggara, termasuk Indonesia yang turut bersaing sejak tahap awal. Partisipasi tersebut mencerminkan pertumbuhan ekosistem esports mobile di dalam negeri sekaligus menunjukkan kesiapan talenta lokal untuk tampil di panggung regional.
Babak semifinal dan Grand Final yang berlangsung pada 7–8 Februari menarik ribuan penonton secara langsung. Tayangan live melalui TikTok, Facebook, dan YouTube turut mencatat lebih dari 500.000 penayangan, menegaskan tingginya antusiasme penggemar esports di seluruh Asia Tenggara. Antusiasme ini juga terlihat di Indonesia, seiring meningkatnya perhatian komunitas terhadap skena kompetitif CrossFire: Legends.









