• Redaksi
  • Index Berita
  • Privacy Policy
Sabtu, Maret 7, 2026
Jenggala.id
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
  • Lokalistik
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
  • Lokalistik
No Result
View All Result
Jenggala.id
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
  • Lokalistik

Beranda » Gaya Hidup » Banjir Barang Impor Murah, UMKM Indonesia Terancam Gulung Tikar

Banjir Barang Impor Murah, UMKM Indonesia Terancam Gulung Tikar

2023/09/15 10:25:17
in Gaya Hidup
Banjir Barang Impor Murah, UMKM Indonesia Terancam Gulung Tikar

JENGGALA.ID – Ketua KPPU, M Afif Hasbullah, mengungkapkan bahwa banjir barang impor murah belakangan ini telah merugikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Indonesia. Namun, ia mengklarifikasi bahwa tidak semua barang murah ini merupakan hasil dari praktik predatory pricing atau jual rugi. Predatory pricing adalah strategi bisnis di mana pelaku usaha menjual produk mereka dengan harga sangat rendah untuk mengeliminasi pesaing dan kemudian menaikkan harga setelah berhasil mengusir pesaing.

Afif menjelaskan, “Terkait predatory pricing ini memang juga bisa macam-macam di balik itu yang menyebabkan di luar tampak seperti predatory pricing, tapi belum tentu harga murah mesti predatory pricing.” Dalam predatory pricing, niat untuk mengusir pesaing di pasar menjadi salah satu unsur penting.

Ia juga menekankan bahwa harga murah bisa muncul karena efisiensi dari pelaku usaha, seperti pajak yang rendah atau tidak ada pajak, serta tidak perlu adanya gudang penyimpanan barang.

BeritaTerkait

Muhammad Nur Imbau Masyarakat Wilayah Binaan Tanam Lombok

Waspadai Dampak Kecanduan Gadget pada Anak, Ini Solusi yang Bisa Diterapkan

Namun demikian, KPPU mengusulkan skema untuk mengatasi banjir barang murah impor dengan harapan dapat melindungi UMKM. Salah satu contoh yang diajukan adalah memberikan “safe card” untuk dumping, seperti pengenaan hambatan tarif dan persyaratan seperti Standar Nasional Indonesia (SNI) serta keterlibatan pelaku usaha yang berbadan hukum Indonesia.

Page 1 of 2
12Next
Tags: #Banjir Barang Impor Murah#M Afif Hasbullah#Usaha Mikrodan Menengah (UMKM)KecilUMKM Indonesia Terancam Gulung Tikar
ShareTweetShareSend

BeritaLainnya

Muhammad Nur Imbau Masyarakat Wilayah Binaan Tanam Lombok

Muhammad Nur Imbau Masyarakat Wilayah Binaan Tanam Lombok

Oktober 20, 2025
30
Waspadai Dampak Kecanduan Gadget pada Anak, Ini Solusi yang Bisa Diterapkan

Waspadai Dampak Kecanduan Gadget pada Anak, Ini Solusi yang Bisa Diterapkan

Juli 4, 2025
5
ASHTA District 8 Persembahkan CHAPTERS 2.0

Awas! Doom Spending: Belanja Tanpa Kendali Akibat Kepanikan

Juni 25, 2025
3
Harga Emas Menguat Imbas Dolar AS Melemah dan Pasar Saham Tertekan

Harga Emas Menguat Imbas Dolar AS Melemah dan Pasar Saham Tertekan

Mei 21, 2025
1
HJL ke-757 & HPRL ke-79: Momen Kebangkitan Ekonomi Tana Luwu

HJL ke-757 & HPRL ke-79: Momen Kebangkitan Ekonomi Tana Luwu

Januari 25, 2025
5
Bank Indonesia Tegaskan Uang Palsu Tidak Bisa Ditukar di Bank

Bank Indonesia Tegaskan Uang Palsu Tidak Bisa Ditukar di Bank

Desember 23, 2024
15
Bus Pariwisata SPA Siapkan Layanan Terbaik Bagi Wisatawan

Hadapi Libur Nataru, Bus Pariwisata SPA Siap Berikan Layanan Terbaik Bagi Wisatawan 

Desember 22, 2024
17
Turbokidz Rilis EP Transition yang Menggambarkan Perjalanan Pribadi dan Karier Musik

Turbokidz Rilis EP “Transition” yang Menggambarkan Perjalanan Pribadi dan Karier Musik

Agustus 2, 2024
12
Next Post

RSS Berita Terkini

  • Richard Lee Resmi Ditahan Usai Jalani Pemeriksaan, Ini Alasan Polisi
  • Indonesia Batasi Medsos untuk Anak, Meta Ingatkan Bahaya “Situs Gelap”

Recommended

Hengky Kurniawan

Hengky Kurniawan Klaim Siap Maju Caleg DPR RI

September 19, 2023
1
Kecelakaan Maut Tol Bawen, 3 Orang Tewas dan 1 Luka Berat

Kecelakaan Maut Tol Bawen, 3 Orang Tewas dan 1 Luka Berat

September 25, 2023
11
Sadarkah Limbah Pakaian dan Kosmetik Penyumbang Rusaknya Lingkungan JENGGALA.ID - Kita ketahui bersama, industri fashion dan kecantikan menjadi salah satu penyumbang terbesar sampah di dunia. Produk pakaian atau textile serta kecantikan berkontribusi masif mempengaruhi kelestarian lingkungan. Hal ini harus menjadi perhatian serius bagi setiap mahluk di muka bumi. Bagaimana tidak? Menurut temuan Changing Markets Foundation yang dirilis pada tahun 2021, diketahui bahwa industri pakaian bertanggung jawab atas lebih dari 20 persen polusi air di dunia. Ironisnya lagi, laporan International Union for Conservation of Nature tahun 2017 menunjukkan bahwa tekstil akan menjadi sumber polusi mikroplastik laut terbesar di dunia. Begitu juga dalam industri kecantikan, bahwa dengan semakin meningkatnya jumlah produk kosmetik yang dijual dan dipakai, turut menciptakan jumlah sampah plastik yang lebih tinggi. Menurut laporan Cosmetic Packaging Market - Growth, Trends and Forecasts (2020-2025), hampir 50 persen kemasan produk kosmetik terbuat dari plastik. Hal ini didukung oleh laporan Minderoo Foundation yang mengatakan bahwa industri kosmetik global memproduksi lebih dari 120 miliar unit kemasan setiap tahun, yang sebagian besar tidak dapat didaur ulang. Jadi tabung lip gloss, kemasan concealer, hingga wadah moisturizer yang kita kenakan sehari-hari kebanyakan berakhir di tempat sampah. Atau lebih buruk lagi ke saluran air bersama dengan wadah plastik sekali pakai lainnya yang juga digunakan oleh milyaran orang setiap harinya. Masih menurut sumber yang sama, jika tidak ada tindakan mengatasi masalah sampah ini, aliran plastik ke lautan akan tiga kali lipat jumlah pada 2040. Kurang lebih 29 juta metrik ton per tahun, atau setara dengan 50 kilogram plastik per meter garis pantai di seluruh dunia. Dari data-data ini seharusnya bisa menyadarkan kita bahwa gaya hidup yang konsumtif dengan terus membeli pakaian dan produk kecantikan, akan turut merusak lingkungan menjadi lebih buruk. Sambil merayakan Hari Tanpa Sampah Internasional yang diperingati tiap 30 Maret, ini dia gaya hidup zero waste untuk mengurangi dampak buruk limbah pakaian dan kecantikan terhadap kerusakan lingkungan.

Sadarkah Limbah Pakaian dan Kosmetik Penyumbang Rusaknya Lingkungan

Maret 31, 2023
10
Ondel-ondel Meriahkan Pendaftaran Ganjar-Mahfud ke KPU

Ondel-ondel Meriahkan Pendaftaran Ganjar-Mahfud ke KPU

Oktober 19, 2023
1
Jenggala.id

JL. Maleer V No. 330A/118 Kota Bandung, 40275

022.7351-7023 – 0811.2334.669
redaksi.jenggala@gmail.com

  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Karir
  • Kontak
  • Pedoman Media Siber
  • Index Berita
  • Privacy Policy
No Result
View All Result
  • News
  • Politik
  • Hukum
  • Olahraga
  • Gaya Hidup
  • Teknologi
  • Lokalistik

© 2023 Jenggala - Design by MFC.Team.