<strong>JENGGALA.ID</strong> - Amerika Serikat telah memerintahkan pengerahan sekitar 2.000 tentara yang akan disiapkan untuk mendukung Israel di Timur Tengah. Langkah ini terjadi dalam konteks persiapan Israel untuk melakukan serbuan darat ke Jalur Gaza. Menurut Menteri Pertahanan AS, Lloyd J. Austin III, pasukan ini saat ini berada di AS dan beberapa lokasi lain, termasuk di Eropa. Menurut laporan dari New York Times, pejabat Pentagon menyatakan bahwa tujuan utama dari pengerahan pasukan ini adalah memberikan "nasihat" dan dukungan medis kepada pasukan Israel. Mereka tidak akan terlibat dalam pertempuran langsung. Meskipun keputusan akhir tentang pengerahan pasukan ini belum diambil, Pentagon telah memastikan kesiapan untuk merespons dengan cepat terhadap perkembangan di kawasan Timur Tengah. Pada Senin kemarin (16/10), seorang pejabat AS melaporkan bahwa pasukan respons cepat Marinir AS sedang dalam perjalanan menuju Laut Mediterania bagian timur. Selain itu, Menhan Austin juga telah memperluas penempatan kapal induk Gerald R. Ford dan kapal perang yang mendampinginya di Laut Mediterania timur. Kapal-kapal ini dijadwalkan kembali ke AS dalam bulan depan setelah berada dalam kesiagaan selama enam bulan. Kapal induk kedua, Dwight D. Eisenhower, juga diharapkan tiba di wilayah tersebut dalam beberapa hari ke depan.<!--nextpage-->