Pasar aset kripto Indonesia sepanjang 2025 menunjukkan tanda-tanda pendewasaan yang semakin kuat. Aktivitas pasar tidak lagi semata dipacu euforia bull market, melainkan bergerak ke fase konsolidasi. Likuiditas tetap terjaga, investor makin disiplin dalam mengambil keputusan, dan regulasi beralih dari masa transisi menuju kerangka yang lebih jelas dan fungsional. Tren ini menjadi fondasi penting bagi perkembangan pasar kripto Indonesia memasuki 2026.
Data OJK mencatat, hingga Oktober 2025 Indonesia memiliki 19,08 juta investor kripto terdaftar, dengan pertumbuhan 2,5% secara bulanan (MoM). Meski secara absolut menjadikan Indonesia sebagai salah satu pasar kripto terbesar, penetrasinya masih sekitar 7% dari populasi, menandakan ruang pertumbuhan masih lebar.












