“Tidak mengganggu untuk peribadatan hari biasa dan tidak mengganggu mobil yang lewat, tapi harus berhati-hati. Titik longsor kami tandai agar umat dan masyarakat tidak mendekat,” ungkap IPDA Supriadi.
Ia juga mengingatkan bahwa kondisi tanah di sekitar lokasi masih labil dan berisiko longsor susulan apabila hujan kembali mengguyur.
“Dari pendalaman kami, penyebabnya memang curah hujan kemarin yang seharian. Untuk konstruksi tidak ada kesalahan, cuma tanahnya menjadi jenuh karena intensitas hujannya tinggi,” jelasnya.
Pihak kepolisian dan pengurus gereja kini mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat melintas di sekitar area longsor, sambil menunggu penanganan lebih lanjut dari pihak berwenang.
* Megasari/Yustus











