Lewat sinetron “Terlanjur Indah”, Nucke dan Beby tak hanya menulis skenario, tetapi juga menghadirkan refleksi: bahwa di balik kata “orang tua”, ada jiwa yang bisa mencintai atau—tanpa sadar—melukai. Sinetron yang bintangi Anette Edoarda, Sam Taylor, Dwi Andhika, Teddy Syach, dan Marchia Pohan,membawa konflik emosional yang kuat. Kisah Indah (Anette Edoarda) dan ibunya Herlin (Marchia Pohan) mengungkap realitas yang jarang disentuh: bukan hanya anak yang bisa durhaka pada orang tua, tetapi ada juga orang tua yang durhaka kepada anaknya.
Nucke Rahma menegaskan bahwa nilai-nilai Islami dalam Terlanjur Indah tidak hanya hadir dalam dialog, tetapi juga dalam tindakan nyata para tokohnya. “Ini bukan sekadar tontonan, tetapi tuntunan,” ujarnya.
Tak hanya itu, dalam serial ini terdapat **ungkapan ustadzah dalam adegan majelis pengajian yang begitu kuat dan menggugah:
“Selama ini, kita sering mendengar tentang anak yang durhaka kepada orang tua. Namun, sejatinya, banyak juga orang tua yang durhaka kepada anak-anaknya.”
Dengan pesan mendalam, konflik yang nyata, serta sentuhan personal dari Nucke dan Beby, sinetron “Terlanjur Indah” bukan sekadar sinetron, tetapi sebuah perjalanan emosi yang akan mengajak penonton untuk merenung, memahami, dan mungkin, memaafkan.(Red)













