“Melalui posko ini, kami ingin memastikan kelancaran operasional angkutan Nataru dapat berjalan aman, lancar dan terkendali,” kata Januri.
Januri menambahkan KAI Divre III Palembang telah mempersiapkan berbagai langkah strategis untuk memastikan pelayanan terbaik pada angkutan Nataru ini, diantaranya mencakup aspek SDM, sarana, prasarana, maupun hal-hal lainnya yang berkaitan dengan keselamatan dan pelayanan secara keseluruhan.
Untuk mendukung operasional dan meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api selama periode Nataru ini, KAI Divre III Palembang menyiagakan Petugas Pemeriksa Jalur (PPJ) sebanyak 38 orang, petugas penjaga pintu perlintasan (PJL) extra sebanyak 126 orang dan tenaga Daerah Penanganan Khusus (DAPSUS) sebanyak 36 orang.
Selain itu, KAI Divre III Palembang juga menyiapkan alat material untuk siaga (AMUS) berupa batu balast, bantalan, rel, pasir, H-Beam dan material lainnya yang tersebar di 25 titik di wilayah operasional Divre III Palembang.
Adapun sebagai langkah pengamanan bagi para pengguna jasa kereta api, KAI Divre III Palembang juga menyiapkan total 425 petugas pengamanan dari unsur internal dan eksternal perusahaan, dengan rincian 60 personel Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), 317 personel Security, dan 48 personel tambahan dari unsur TNI/Polri. Ratusan petugas pengamanan tersebut akan melakukan pengamanan di atas KA, stasiun, serta melaksanakan patroli mobile sepanjang lintas jalur KA yang rawan tindak kejahatan maupun vandalisme.









