Jenggala.id – Meksiko bersiap untuk memiliki presiden perempuan pertamanya, dengan dua calon kuat yang akan bersaing dalam pemilihan presiden mendatang: Claudia Sheinbaum dan Xochitl Galvez.
Partai berkuasa menyebutnya sebagai seremonial penyerahan tongkat estafet, tetapi pihak oposisi menganggapnya sebagai pengalihan kekuasaan.
Presiden Meksiko, Andres Manuel Lopez Obrador, yang tidak dapat mencalonkan diri lagi karena batasan konstitusi, telah secara terbuka mendukung Claudia Sheinbaum sebagai calon presiden.
Baca juga : Suku Maya Maju dan Canggih
Dalam sebuah upacara di luar restoran di Mexico City, Sheinbaum menerima simbolis tongkat estafet dari Obrador.
Sheinbaum, seorang mantan wali kota Mexico City dan sekutu politik lama Obrador, menerima pencalonan presiden dari partai sayap kiri Morena. Dia berjanji untuk melanjutkan program transformasi yang telah dimulai oleh Obrador.
Pada pemilihan presiden yang akan datang, rakyat Meksiko akan memilih antara dua perempuan sebagai presiden, sebuah peristiwa pertama dalam sejarah negara itu.
Empat hari sebelum pencalonan Sheinbaum oleh Morena, koalisi oposisi Meksiko, Front Luas, mengumumkan Xochitl Galvez, seorang mantan senator dari partai konservatif PAN, sebagai kandidat mereka.









