Namun pasar tidak menyambut hangat pandangan ini. Saham Tesla (TSLA) langsung terkoreksi lebih dari 3%, sinyal bahwa pelaku pasar mungkin mulai mempertanyakan apakah valuasi Tesla benar-benar masih sepadan dengan ekspektasi luar biasa yang disematkan pada ambisi AI-nya.
Valuasi Premium Tesla: Apakah Sudah Terlalu Mahal?
Percoco menegaskan bahwa valuasi Tesla saat ini telah mengandung “ekspektasi tinggi” terhadap AI dan otomatisasi, terutama FSD dan robotaxi. Dengan demikian, pasar seolah-olah sudah membayar “di muka” untuk inovasi yang masih membutuhkan waktu untuk benar-benar menghasilkan pendapatan signifikan.
Di sisi lain, prospek bisnis inti Tesla—produksi kendaraan listrik—justru dipangkas. Morgan Stanley memangkas: Volume 2026 hingga -10,5%, dan Proyeksi kumulatif pengiriman hingga 2040 sebesar -18,5%,












