Meski begitu, Supriarno tidak mengizinkan Marcel dan timnya masuk ke padepokan, sebab, Pesulap Merah dianggap mempunyai niat yang buruk.
Tak diizinkan untuk bertemu, akhirnya Marcel dan timnya berniat pulang ke Jakarta, namun suasana di tempat kejadian semakin panas.
Warga sekitar pun berkerumun untuk melihat perseteruan tersebut.
Bahkan saat Marcel berbicara dengan Kepala Desa, Rejowinangun, Baghas Wigasto. Tiba-tiba ada seorang pria yang melakukan kekerasan fisik terhadapnya.
Pada akhirnya, Kepala Desa membawa Pesulap Merah dan timnya ke lokasi yang sepi, sebab keadaan di padepokan sudah semakin kacau.
Pembuktian praktik Gus Samsudin pun tidak jadi dilakukan, setelah itu barulah video perseteruan tersebut viral di media sosial.