Dari bandara Soetta, SYL langsung menuju markas DPP NasDem yang berada di Gondangdia, Jakarta Pusat.
Sebelumnya, kabar ‘hilang’ Syahrul disampaikan Wakil Menteri Pertanian Harvick Hasnul Qolbi. Harvick mengklaim Syahrul berpisah dengan rombongan Kementan di Spanyol ketika hendak melakukan perjalanan pulang ke Jakarta.
“Kalau saya, (kontak) terakhir pas keberangkatan. Cuma kalau pejabat eselon 1 yang ikut (ke Eropa) terakhir sampe di Spanyol. Itu masih bersama-sama,” kata dia, Selasa (3/10).
Sementara itu, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) berseloroh agar SYL ditelepon saja soal keberadaannya.
“Coba dikontak saja, bisa. Ada yang punya nomor teleponnya enggak? Coba dikontak,” kata Jokowi menjawab pertanyaan wartawan di Jakarta Convention Center, Jakarta, Rabu (4/10) pagi.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum NasDem Ahmad Ali juga telah membantah kabar hilang itu. Ia menilai pernyataan tersebut adalah upaya framing buruk.
“Sehingga bagi kami ini sengaja di-framing sehingga SYL ini sedang menghindari atau melarikan diri. Sebenarnya tidak, kepulangannya SYL sedang ada urusan pribadi yang kita enggak tahu,” kata Ali di Jakarta, Rabu siang.
Sementara itu, penyidik KPK kembali melakukan kediaman SYL. Jika sebelumnya pada pekan lalu penggeledahan dilakukan semalam suntuk di Rumah Dinas SYL yang berada di Widya Chandra, Jakarta Selatan, pada Rabu lalu giliran kediaman pribadinya yang ada di Makassar, Sulawesi Selatan.





