Selain inflasi, The Fed juga memperhatikan dengan seksama pasar ketenagakerjaan AS. Di sisi ketenagakerjaan, jelas pertumbuhan pekerjaan yang sangat pesat setelah pandemi mulai mereda. Pandemi Covid-19 memang membuat roda perekonomian AS lumpuh total. Berbagai bisnis tutup dan harus mengurangi karyawan. Setelah pandemi mulai terkendali bisnis di AS booming dan haus akan tenaga kerja. Beberapa bisnis bahkan mengimingi-imingi siapa saja yang datang dalam proses wawancara. Penyerapan tenaga kerja sangat pesat, suatu fenomena yang belum pernah muncul sejak usainya perang dunia kedua. Setelah bisnis di AS menemukan ritmenya, penyerapan tenaga kerja ini mulai melemah. Meski demikian, pasar tenaga kerja yang melemah ini tidaklah melambat.
Tingkat pengangguran cenderung meningkat tahun ini, namun masih pada angka yang stabil di 4,2%. Angka tersebut sesuai dengan proyeksi jangka panjang The Fed. Penciptaan lapangan kerja bulanan menggambarkan gambaran yang sama. Rata-rata pergerakan 12 bulan terus menurun tetapi masih merupakan angka yang sehat, yakni 196.000 pekerjaan baru per bulan hingga Agustus 2024. Metrik utama lainnya, jumlah perekrutan sebagai persentase dari lapangan kerja telah kembali ke tren sebelum pandemi. Lowongan pekerjaan tetap berada di atas level yang berlaku sebelum tahun 2020, meskipun turun secara substansial dari puncaknya pada tahun 2022. Hal ini mengakibatkan penyempitan kesenjangan antara permintaan dan pasokan tenaga kerja hingga 70%, dari 5 juta pada awal tahun 2023 menjadi di bawah 1,5 juta pada bulan Juni, dan moderasi pertumbuhan upah ke level yang lebih konsisten dengan stabilitas harga.