Kuswardojo menambahkan, hasil rampcheck akan menjadi dasar untuk melakukan tindakan korektif atau perawatan tambahan terhadap temuan di lapangan, sebelum masa Angkutan Nataru secara resmi dimulai.
“Kami ingin memastikan bahwa seluruh moda transportasi kereta api siap melayani pelanggan dengan tingkat keselamatan dan keandalan yang optimal. KAI Daop 2 Bandung juga terus berkoordinasi dengan pihak DJKA dan instansi terkait agar setiap temuan dapat segera ditindaklanjuti,” tambahnya.
KAI Daop 2 Bandung mengimbau masyarakat agar senantiasa mengutamakan keselamatan di sekitar jalur rel dengan tidak beraktivitas maupun melintas secara sembarangan, serta mendukung kelancaran operasional perjalanan kereta api selama periode Nataru 2025/2026.












