JENGGALA.ID – Pada Jumat sore (6/10), beberapa wilayah di Bogor, Tangerang, dan Depok mengalami hujan deras. Penyebabnya adalah adanya awan hujan orografis. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Guswanto, menjelaskan bahwa hujan orografis terjadi di daerah pegunungan karena udara yang mengandung uap air naik ke atas pegunungan, mengakibatkan penurunan suhu dan terkondensasi menjadi hujan di lereng gunung.
Guswanto juga menyebutkan bahwa angin saat ini bertiup dari Tenggara menuju barat laut, sehingga hujan terjadi di wilayah tenggara seperti lereng gunung Pangrango, Halimun, Citayam, dan Cibinong. Namun, hujan orografis ini tidak akan berpotensi menjalar ke wilayah Jakarta.
Kapan potensi hujan di Jakarta akan terjadi? Guswanto memprediksi bahwa di bulan November, wilayah Jakarta berpotensi diguyur hujan akibat hembusan angin timuran.
Selain itu, Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, Andri Ramdani, menjelaskan bahwa hujan di Bogor dapat mempengaruhi wilayah Depok dan Kabupaten Tangerang. Hal ini disebabkan oleh aktivitas konveksi lokal di wilayah Bogor, yang dipicu oleh penerimaan radiasi matahari intensif pada pagi hingga menjelang siang hari dan peningkatan kelembaban udara.
Andri juga mencatat bahwa mekanisme pembentukan awan seperti ini masih dapat terjadi terutama di wilayah selatan Jabodetabek. Sebelumnya, BMKG telah memprediksi bahwa sejumlah wilayah di Jabodetabek akan mengalami hujan selama sepekan ke depan, mulai dari 6 hingga 12 Oktober 2023.













